banner
halaman pribadi, blog dan wawasan
Foyer
   
  KATA BIJAK
  OPINI LINGKUNGAN
  SEKILAS SAJA

Special

 


MY WEBSITE
ARSITEKTUR INDONESIA
WEBSITE LIVINGBLESSING  

 
 
 
 

 

..

Last Update :

 

 

Google

<img src="http://geocities.com/eddy_sriyanto_arch/candle.jpg" width=460 height=280 border=0>  

Ronggowarsitho
Mangkya darajating praja
kawunjan wus suriyaruri
sites.. 

MY PERSONAL PAGES

Istilah Zaman Edan konon pertama kali diperkenalkan oleh Ranggawarsita dalam Serat Kalatida, yang terdiri atas 12 bait tembang Sinom. Salah satu bait yang paling terkenal adalah: amenangi jaman édan,
éwuhaya ing pambudi,
mélu ngédan nora tahan,
yén tan mélu anglakoni,
boya keduman mélik,
kaliren wekasanipun,
ndilalah kersa Allah,
begja-begjaning kang lali,
luwih begja kang éling klawan waspada.
yang terjemahannya sebagai berikut:
mengalami jaman gila,
serba susah dalam bertindak,
ikut gila tidak akan tahan,
tapi kalau tidak mengikuti (gila),
tidak akan mendapat bagian,
kelaparan pada akhirnya,
bagaimanapun juga menjadi kehendak Allah, sebahagia-bahagianya orang yang lalai,
akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada.
Menurut pendapat seorang penulis bernama Ki Sumidi Adisasmito , syair di atas adalah ungkapan kekesalan hati pada masa pemerintahan Pakubuwono IX yang dikelilingi para penjilat yang gemar mencari keuntungan pribadi. Syair tersebut masih relevan hingga jaman modern ini di mana banyak dijumpai para pejabat yang suka mencari keutungan pribadi tanpa memedulikan kerugian pihak lain

kontraktor

 

COPYRIGHT 2005-2011 : EDDY SRIYANTO

 
 

 

 

.

ganjal.gif (72 bytes)