banner
halaman pribadi, blog dan wawasan
Foyer
   
  KATA BIJAK
  JOB CARRIER INFO
  SERBA-SERBI TIONGHOA
  OPINI PENULIS
  NOSTALGI JADUL
  SEKILAS SAJA

Special

 


MY WEBSITE
ARSITEKTUR INDONESIA
WEBSITE LIVINGBLESSING  

 
 
 
 

 

Job Opportunities

Last Update :

 

Google
KEMBALI KE MARKAS

<img src="http://geocities.com/eddy_sriyanto_arch/candle.jpg" width=460 height=280 border=0>  

entah mengapa kami ingin mengangkat topic ini.

ERA 70-an
Kesimpulan
Era tahun 70-an, masih belum lama dari peristiwa makar September 30, masih tak lekang dari ingatan peristiwa Malari (lima belas Januari). KESIMPULAN TEKNO
Saat masih menggunakan telepon kuno. Untuk menelpon bukan dengan menekan tombol (digital) seperti saat ini, namun dengan memutar. Pernah stu ketika penulis gagal menghubungi nomor tujuan, hanya karena plastik pemutar nomor telepon pecah.
Rasanya, mengenang era tahun tujuh-puluhan sesuatu yang campur aduk. Ada lucu, ada kesedihan.
Loetjoenja djika inggat betapa bangganja memakaiken badjoe-badjoe monjet pada kanak-kanak dan kanak-kanak itoe poen (jang kini sudah oom dan tante) betapa senangnja pakai itoe poenya badjoe.
Kita djuga terkenang saat menoelis dengan tinta di kertas, tidak semua kertas /boekoe djaman itoe soedah berkwalitas HVS, masih banjak yang kertas CD atau kertas merang ataoe kertas koran poenja. Kita djadi sering tinta merembes kemana-mana.
Itoepoen kita bisa toelis di kertas baroe tahoen empat-poeloehan ke atas, dikernakan kertas tempo doeloe masih mahal, makanja kita orang ada noelis peladjaran pada batoe yang orang ada seboet batoe toelis. Tjara noelisnya adalah dengan digores-gores itoe poenja batoe. Kalaoe itoe batoe soedah penoeh toelisan ,maka kita orang haroes menghapoes dengan tjara digosok sampai haloes kembali. Lama-lama itoe batoe jadi tipis

Laman ini adalah ringkasan/ intisari, untuk membuka versi lengkapnya, klik disini

kontraktor

 

COPYRIGHT 2005-2009 : EDDY SRIYANTO

 
 

 

 

.

ganjal.gif (72 bytes)