Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]

Aksara Tionghoa “Gunung” : Shan

 

 

Aksara Tionghoa 山 (Shan) mengacu pada gunung, pegunungan, atau bukit, namun dapat juga berarti kuburan atau gundukan.

 

山(shan) merupakan piktograf yang menggambarkan se­rangkaian puncak gunung.

Pusat goresan vertikal (di tengah) sedikit lebih tinggi dibanding dengan dua goresan vertikal pada kedua sisi, hal ini menyam­paikan gagasan bahwa puncak gunung memiliki ketinggian yang berbeda. Sedangkan goresan horisontal bawah mewakili tanah.

Contoh istilah yang digunakan  (shan) termasuk  (pá shan), untuk mendaki gunung;  (shan chuan), gunung dan sungai;  (shan feng), puncak gunung; 山顶 (shan ding), puncak gunung;  山谷(shan gu), sebuah lembah; dan 山 (sh?n s?ng), seorang pertapa atau pertapa, se­cara harfiah biarawan gunung”.

Sebuah lukisan pemandangan disebut  (shan shui huà), sebuah lukisan ( huà) yang menggambarkan pegunungan serta air ( shua), yang mengacu pada sungai dan badan air lainnya.

(kai mén jiàn shan) adalah metafora yang mengibaratkan berbicara atau menulis dengan cara yang benar-benar mudah untuk membuka pintu ( kai mén) dan mampu melihat gunung (? ?, jiàn shan) dengan jelas.

Idiom ???? (sh?n méng h?i shì) menyatakan bahwa sumpah atau janji atau sumpah (?, méng; ?, shì) harus sebagai kekal dan tidak berubah seperti se­buah gunung atau laut (?, h?i).

(sh?n b?o h?i róng) menjelaskan tingkat toleransi dan pikiran luas yang begitu besar, yang hanya dapat ditulis (?, b?o, ?, róng) sebuah gunung atau laut.

(yú gong yí shan), Yu Gong Memindahkan Pegunungan, adalah dongengTiongkok terkenal tentang seorang pria tua bernama (yú gong), yang secara harfiah berarti “orang tua bodoh”.

Dalam kisah tersebut, Yu Gong telah mendekati usia 90 tahun, namun ia mengumpulkan bantuan dari anak dan cucunya dalam upaya untuk menghilang­kan kedua gunung yang terletak di depan rumah mereka sehingga mereka dapat melakukan perjalanan tanpa harus pergi memutar pegunungan.

Dia percaya usahanya pasti akan berhasil pada akhirnya, bah­kan setelah kematiannya sekali­pun, selama keturunannya terus bertahan.

Para Dewa sangat tersentuh atas tekad Yu Gong, akhirnya mereka mengirim dua Dewa yang berkekuatan Hercules untuk me­mindahkan kedua gunung itu ke lokasi lain, demi memenuhi ke­inginan Yu Gong.

Cerita ini menginspirasi orang yang selama memiliki iman dan keyakinan, jangan takut akan ke­sulitan, dan bersedia untuk terus bertahan, sehingga pada akhirnya mereka akan mencapai tujuan tak peduli betapa sulitnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *