Tanaman Pachypodium

 

 

 

Tanaman Pachypodium

Tanaman sukulen berduri ini berasal dari Afrika, terutama negara Madakasgar dan sekitarnya.Tanaman ini pernah sangat populer di Indonesia, pada era tahun 1991-1998. Namun kemudian memudar, terutama karena adanya pengetatan impor yang dilakukan pemerintah Madagaskar.

Masa bertunas juga dipengaruhi faktor genetis. Jenis tertentu seperti brevicaule, misalnya, sohor sebagai biji yang sulit bertunas. Persentasenya cuma 5%. Jenis densiflorum, horumbense, dan mikea mencapai 40%; soundersii dan geayi, 60%. Secara genetis persentase perkecambahan tertinggi terdapat pada jenis lamerei, sekitar 70-90%.
Hal lain yang mempengaruhi adalah lama penyimpanan biji. Semakin lama disimpan makin lama pertumbuhan. Sebab biji perlu penyesuaian untuk menghilangkan masa dorman. Pekebun lazim menggunakan giberelin untuk mempercepat hilangnya masa dorman. benih disimpan 2 bulan untuk mendapatkan hasil maksimal.
Pengemasan yang kurang baik juga mempengaruhi tingkat keberhasilan pertumbuhan. Plastik pembungkus sebaiknya divacum dan diberi pengering. Selama masa pengiriman seharusnya ada dalam refrigerator.
Karena berasal dari daerah panas, maka di Indonesia tanaman ini subur dan cepat di daerah bersuhu tinggi seperti Semarang, Rembang. Namun, pertumbuhan duri lambat dan bonggolnya tidak sebesar di daerah bersuhu dingin. Sekitar 6 hari pascasemai lahir daun. Namun, daun sejati baru muncul 4 hari kemudian. Dua bulan berikutnya pachypodium dapat dipindah dalam polibag dengan mengikutsertakan media semai ditambah sekam bakar.
Selain itu, Pachypodium bisa juga diperbanyak dengan setek. Sayangnya setek cenderung membuat bonggol tidak keluar, risiko kegagalan lebih besar, sulit keluar akar, bentuk tajuk kurang bagus, dan hasil perbanyakannya lebih sedikit. Jenis kristata biasa dilakukan grafting (sambung pucuk) karena merupakan jenis yang langka dan lambat pertumbuhannya. Penyambungan dilakukan dengan batang bawah jenis lamerei karena lebih mudah tumbuh. Tingkat kegagalan grafting relatif rendah. .


Pachypodium dalam pot

Pachypodium

<


P. baronii var. windsorii adalah satu-satunya yang berbunga merah dari genus ini.Paling kecil dari varietas lainnya. Bunga bewarnamerah dengan mata putih di bagian tengah berdiameter sekitar 5 cm. Tanaman ini dijumpai di bagian utara Madagaskar.Nama Baronii diambil dari Rev. R. Baron, seorang penginjil di Madagascar di tahun 1872-1907, yang mengumpulkan tanaman ini. Sedang nama windsorii mengacu pada kastil Windsor, di bagian utara Madagaskar. Varietas ini berbunga antara September sampai Desember.

Pachypodium Geayi
P. geayi lebih kokoh bak pohon dengan tinggi sampai to 8 m dengan tangkai ramping yang panjangnya 3m atau lebih. Dibandingkan Pachypodium lamerei, daunnya lebih panjang dan tipis. Bunga putih ini dinamai menurut M Geay yang membiakkannya. Tanaman ini tumbuh baik padaketinggian tanah 0-100 m.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *