Gedung-gedung dan fasilitas umum kota Semarang era tahun 70-80’an yang sudah tiada atau berubah fungsi

Perubahan/pengalihan fungsi fasilitas kota di kota Semarang sejak tahun 1980-an , diantaranya sampai kini:

  • Folder (danau buatan) di depan Stasiun Tawang, dahulu sebelum tahun 90-an adalah lapangan rumput dengan beberapa baris kios pedagang barang bekas.
  • Kompleks Kanjengan, yaitu penguasa kota Semarang dibongkar dan dijadikan kompleks pertokoan dan perdagangan. Saat dibangun, sebuah bioskop sempat menjadi kebanggaan kota Semarang walaupun singkat usiannya, hanya sekitar 2 atau 3 tahun beroperasi, bioskop Kanjengan mangkrak dan hanya tinggal kenangan.
  • Terminal Jurnatan yang menjadi cikal bakal perkereta-apian Indonesia, pada sekitar tahun 1983 dibongkar dan kini menjadi kompleks pertokoan,perkantoran.
  • Pemakaman Kristen dan Tionghoa “Kerkhoff” di jalan pengapon, kini menjadi pasar, perumahan, pertokoan dan sebagian menjadi Sekolah Nasional KarangTuri.
  • Rumah Sakit Jiwa jalan Cendrawasih 27, dipindahkan ke jalan Majapahit.
  • Kolam renang di jalan Stadion (Seberang Stadion Diponegoro) sejak sekitar tahun 2000 an menjadi rumah makan.
  • Gelanggang Olah Raga (GOR) Simpang Lima, kebanggaan masyarakat Semarang yang dibangun di masa Gubernur Supardjo Rustam, telah menjadi Mall dan Hotel Citraland.
  • Pasar Kagok di Jalan Sultan Agung, sejak sekitar tahun 1997 -an dibongkar dan menjadi pertokoan dan Pujasera.
  • Bioskop “Gajahmada” dan perkantoran “SanggarFilm” di Simpang Lima, telah menjadi Ramayana Department Store & Supermarket.
  • SPBU Pandanaran, sejak sekitar tahun 2013-an  (tepatnya kurang jelas) kini difungsikan menjadi taman lingkungan
  • Gedung Rakyat Indonesia Semarang (GRIS) di Jalan Pemuda dekat persimpangan jalan Tanjung- Jalan Thamrin, dialih fungsikan sebagai Paragon Mall. Dahulu di Gris terdapoat sebuah gedung bioskop, gedung pertunjukan wayang, dan di malam hari banayak penjual makanan bertenda.
  • Lapangan di jalan H.Agus Salim, telah menjadi Semarang Plaza.
  • Gedung Gula di jalan Jagalan. Sebagian telah menjadi pertokoan “Golden Gate”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *