Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]

Category Archives: Topik Arsitektur

kolam yang bersih dan rindang


Seri Pertamanantaken from: Kompas.com,1 Maret 2011

Foto :Kompas/Idea


KOLAM YANG BERSIH DAN RINDANG

KOMPAS.com – Bagi siapa saja yang mempunyai taman dengan kolam kecil maupun kolam renang, kendala membersihkan merupakan salah satu penghalang besar dalam perawatan sehari-hari. Daun yang gugur dari tanaman di sekitar kolam kerap kali jatuh ke dalam kolam dan mengotori permukaan air yang ada.

Kerugian jika daun gugur banyak berjatuhan di kolam, kita akan mempunyai jadwal membersihkan lebih sering dilakukan. Jika tidak cepat ditangani, dapat membuat air kolam cepat keruh dan dapat menghambat saluran irigasi maupun drainase kolam. Dan pada akhirnya nanti, kita harus mengeluarkan dana yang cukup banyak untuk merawat taman.
Lalu, sulitkah untuk menjaga agar daun-daun tidak mengotori kolam? Pertanyaan diatas dapat dijawab saat kita memilih jenis tanaman seperti apa yang cocok ditempatkan di area pinggir kolam. Ada baiknya mempelajari jenis tanaman yang akan di pilih, terutama bagaimana dan kapan dia akan menggugurkan daunnya dan kapan proses pembungaan tanaman terjadi. Biasanya dalam proses pembungaan tersebut, mahkota bunga serta serbuk sari dapat berterbangan saat waktunya bermekaran dan gugur.

Jenis tanaman yang umumnya ada di pinggir kolam adalah jenis Palem dengan daun yang relatif besar. Jika daun Palem gugur, dia akan jatuh seperti pelepah kering dan tidak tersebar berantakan. Jika pun jatuh di atas permukaan air, daun dapat diambil sekali jalan tanpa meninggalkan bekas atau serpihan/potongan kecil yang merepotkan. Jenis palem yang biasa digunakan adalah Palem Puteri (Veitchia merrillii ), Palem Bismarkia (Bismarckia nobilis ), Palem Silver (Coccothrinax argentea ), Palem Merah (Crytostachys rendra ), Palem Royal (Roystonea regia ), dan lainnya.

Jenis tanaman lainnya adalah dengan memilih lebar daun yang cukup besar sehingga mudah untuk dibersihkan serta tidak mudah gugur. Contohnya adalah jenis Pohon Kamboja (Plumeria rubra ) . Daunnya yang cukup besar dan kokoh cukup sedikit yang gugur. Bahkan jika ada sedikit bunga yang jatuh pada kolam, terutama yang berwarna putih kuning, akan menjadi pemanis tersendiri.

Atau dengan menggunakan semak dengan berbagai warna pada daun atau bunganya. Yang perlu diperhatikan dalam penempatan tanaman semak ini adalah jarak lokasi penanaman dengan kolam. Ada baiknya jika diletakkan agak jauh dan tidak menghalangi area jalan di pinggir kolam renang. Umumnya hadir berupa flower bed disisi jalan pedestrian kolam.

Jenis tanaman yang dapat digunakan adalah jenis Puring berdaun besar dan berwarna meriah (Codiaenum variegatum ), Drasaena (Dracaena sp. ), Kamboja Jepang (Adenium sp ), Daun Bahagia (Dieffenbachia sp .) untuk di area agak teduh, Monstera daun besar dan lebar (Monstera deliciosa , daun kesan sobek dan Monstera obliqua , untuk daun kesan bolong), Nanas Kerang (Rhoeo spathacea ), Nanas-nanasan (Bromelia sp. ), Jenis Lily(Hymenocallies sp. ), dan jenis lainnya.

Untuk kolam, disarankan untuk menghindari jenis semak berdaun kecil. Terutama untuk kolam renang. Daun dengan ukuran kecil rekatif mudah kering dan gugur serta ringan terbawa angin. Jika memang terpaksa untuk menggunakan jenis tanaman dengan ciri berdaun pendek dan kecil ini, letakkanlah di tempat yang agak jauh dengan permukaan kolam.

Dengan pemilihan jenis tanaman diatas, peranan kegiatan pemeliharaan juga terlibat. Semakin rutin kita menjaga kebersihannya, air kolam akan tetap bening dan bersih dalam jangka waktu lama, serta taman terlihat rapi dan nyaman.

Selamat berkreasi.

(Mona Sintia /Arsitek Lanskap/iDEA)

10 bangunan dengan konstruksi menakjubkan

dari: yahoo.com 2012

Arsitek mashur bernama Cecil Balmond mengkategorikan sepuluh bangunan menjadi bangunan berkonstruksi paling menakjubkan sepanjang masa. Berikut bangunan yang menurut Deputy Chairman dari sebuah perusahaan pembangunan terbesar, Arup ini paling menakjubkan.

1. Jembatan Millau Jembatan Millau ini dikenal sebagai ‘Jembatan Tertinggi di Dunia’. Dengan tinggi tiang beton hingga 800 kaki, jembatan ini seolah diangun di atas awan dan melintasi lembah sungai Tarn, Perancis selatan.

Menurut Balmond, jembatan yang lebih tinggi dari Menara Eiffel ini memiliki desain yang berani dan membutuhkan teknik penghitungan tersendiri karena memiliki resiko tingkat tinggi. 2. Kubah Brunelleschi
Dome di Italia ini dibangun pada abad 15, tepatnya antara 1420-1436 Masehi. Kubah katedral Florence ini memiliki ketinggian lebih dari 140 kaki dengan konstruksi tanpa kerangka yang mendukung. Arsiteknya Filippo Brunelleschi menemukan cara yang sama sekali baru tentang berbagi beban sekitar kubah sehingga tidak akan retak.

3. Hagia Sophia
Hagia Sophia di Istanbul, Turki adalah tempat ibadah terbesar selama seribu tahun. Pembangunan kubah pada Hagia Sophia ini merupakan penemuan konsep transfer beban tidak langsung.

4. Delta Belanda
Banjir yang menewaskan 1.800 orang di Belanda pada 1953 tampaknya memberi pelajaran berharga bagi negeri kincir angin itu. Pemerintah memutuskan memblokir muara tertentu yang mengarah ke Antwerp dan Rotterdam.

5. Piramida Khufu Selama hampir 4.000 tahun, Piramida Khufu adalah bangunan tertinggi di dunia sampai Katedral Lincoln dibangun pada sekitar 1300 Masehi.

6. Bazalgette
Bazalgette di London dibangun oleh Sir Joseph Bazalgette pada 1850. Sebagai chief engineer dari Dewan Metropolitan London, dia membangun saluran pembuangan air primer sepanjang 83 mil, 1.100 mil selokan jaman dan 13.000 mil untuk saluran pembungan air yang lebih kecil. Uniknya, semua saluran pembuangan itu dibuat di dalam tanah.

7. Colosseum Colosseum yang dibangun di Roma memiliki empat lantai diatas tanah dan tiga di bawah tanah. Semuanya membentuk lengkungan yang ditumpuk satu sama lain dan mampu menampung hingga 50 ribu pengunjung.

8. Terowongan Channel Konsepnya ingin menghubungkan dua negara. Ini merupakan ide yang luar biasa dengan membuat rel dengan panjang 67 mil dan dapat dilalui kereta berkecepatan tinggi. Terowongan ini menghubungkan selatan London dan Kent” Taman Inggris, Denmark ke Swedia, dan Macao ke Cina.

9. Terusan Panama Terusan Panama sepanjang 48 mil atau 82 kilometer ini dibangun pada 1904-1914. Kanal yang menghubungkan Atlantik dan Pasifik ini membuat waktu tempuh kapal laut lebih cepat karena tidak perlu memutar lewat ujung selatan Amerika Selatan.

10. Burj Khalifa
Khalifa Burj adalah sebuah bangunan di Dubai dengan ketinggian 2.700 kaki. Bangunan ini memiliki sebuah inti yang menjadi pusat dan menopang seluruh bagian gedung. Pembangunan gedung tersebut memperhitungkan efek primer dan efek sekunder. Efek primer seperti berat atau bobot bahan-bahan dan angin, sementara efek sekunder meliputi perubahan suhu, kelembaban, dan deformasi bawah beban

10 TAMAN NASIONAL TERINDAH

Flange dan lingkupnya

Flange

Flange adalah asesoris perpipaan (Piping System) yang digunakan untuk menyambung pipa dengan pipa dengan alat bantu baut untuk pengikatnya dan gasket untuk mencegah kebocoran. Flange ini biasa digunakan untuk mempermudah saat akan melakukan perbaikan, hanya melepas baut pengikatnya saja. Dengan flange ini pengerjaan akan menjadi lebih cepat dan effektif. Adapun kekurangan dari penggunaan flange yaitu persentase kebocoran yang akan timbul semakin besar dibandingkan dengan sambungan dengan sistem welding (las). Flange ini banyak jenis dan macamnya yang akan kita bahas dibawah ini.

Macam-macam Flang:

Slip On Flange

Adalah flange yang  cara febrikasinya adalah dengan cara memasukkan pipa kedalam lubang flange dan mengelasnya (welding) pada bagian dalam dan luarnya.  Flange jenis ini digunakan untuk service bertekanan tinggi. Utuk lebih jelasnya lihat pada gambar di bawah ini.

Slip-On Flange

Welding Neck Flange

Adalah Flange yang mempunyai bagian kusus yang menyerupai leher (neck) alat penyambungannya dengan menggunakan butt welding. Flange jenis ini digunaka untuk tekanan tinggi dan bagian nozzle pada vessel.  untuk lebih jelasnya lihat pada gambar di bawah ini.

Welding Neck Flange

Socket Welding

Adalah flange yang bentuknya menyerupai slip-on. Perbedaannya hanya pada jenis penyambungannya terhadap pipa. jika untuk socket welding type terdapat lubang bertingkat yang digunakan untuk dudukan pipa yang akan dipasang dengan flange. Pengelasan dilakukan hanya pada bagian luarnya saja. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

Socket Welding Flange

Lap Joint

Adalah flange yang cara penyambungan pipanya dengan butt weld. kerena flange ini mempunyai lap joint Stud end yang akan disambung ke pipa. Stud end ini berada didalam lubang lap joint flang. Flange ini bersifat flexible (dapat berubah-rubah). Ferbrikasi dengan flange jenis ini sangatlah mudah jika ukuran panjang pipa sesuai dengan yang di setandarkan. silahkan lihat pada gambar dibawah ini.

Lap Joint Flange

Galery Foto karya Ir.Liem Bwan Tjie

liem-bwan-tjie-grand-theatre-1

Bioskop Grand (kemudian menjadi bioskop Gelora, dan kini dihancurkan menjadi kompleks ruko) ,

di Jalan Mataram (kini MT.Haryono)

Liem-bwan-tjie-2

MCB (Main Circuit Breaker) sebagai alat utilitas bangunan

Main Circuit Breaker (MCB), pemutus hubungan listrik secara otomatis bilamana daya/tegangan melampaui standar yang ditentukan .Gunanya untuk mencegah terjadinya korsleting/hubungan pendek ataupun kerusakan peralatan listrik akibat melonjaknya tegangan listrik. Pada rumah model lama, pemutus arus listrik ini berupa fuse (sekering) yang sudah tidak praktis lagi, karena bilamana putus, harus mengganti sekering tersebut. Dengan adanya MCB maka setiap kali arus listrik over sehingga circuit terputus, sesudah instalasi normal kembali maka untuk menghidupkan listrik cukup dengan menekan tuas/saklar pada mcb.

MCB ada yang dipasang pada box meteran PLN (putih dengan tuas warna biru dan bersegel PLN) adalah piranti untuk mengamankan arus yang masuk ke dalam gedung/rumah. Sedang MCB di dalam rumah (instalasi sesudah box meteran PLN) biasanya tuasnya berwarna hitam, adalah pembagi arus listrik menjadi beberapa zone sesuai kebutuhan masing-masing cabang. Untuk keamanan (terutama bagi gedung bersifat publik) umumnya MCB ini dipasang dalam kotak panel yang terkunci.

Untuk mencegah penggunaan MCB yang kurang baik kualitasnya, peraturan kelistrikan mengatur agar MCB yang digunakan memenuhi standar industri, di Indonesia digunakan standar SNI.

 

MCB

Cornice sebagai material interior

arti. Menurut kamus bahasa Inggris-Indonesia John M.Echols dan Hassan Shadily : kb. perhiasan di atas tembok (bagian atas tembok, pilar atau gedung yang menonjol ke luar.

Menurut Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English by AS Hornby: n(archit) projecting part above the frieze in a column,> the illus at column;ornamental moulding (eg in plaster) round the walls of a room, just below the ceiling; horizontal strip of carved wood or stone along an outside wall; overhanging mass of snow above a precipice

Cornice adalah elemen penghias pada interior dan eksterior (istilah lain :list profil). Terletak pada pertemuan/hubungan dua bidang, yaitu:

  1. antara bagian atas bidang vertikal (dinding) dengan bidang horizontal atas (Plafon).
  2. antara bagian dinding dan atap
  3. antara kusen pintu/jendela dengan dinding

Cornice telah dikenal di Eropa sejak awal abad 17. Pada gaya classic, cornice dibuat dengan detail-detail yang sangat rumit dengan ukiran-ukiran bermotif alam, seperti dedaunan,kelopak bunga, dll.Semakin rumit detail yang diukirkan pada cornice, semakin tinggi nilai bangunan tersebut.

Pada era modern saat ini, motif cornice disederhanakan, umumnya hanyalah berupa alur-alur/ setrip horisontal dengan kombinasi ukiran yang sederhana.Pembuatannya pun sudah secara massal / fabrikasi sehingga mudah mendapatkannya.Bahan yang digunakan: umumnya Gypsum dan kayu, namun ada juga yang menggunakan semen putih, resin dll.

 

Desain Bandara Tak Disukai Kim Jong Un, Arsitek Dihukum Mati

Desain Bandara Tak Disukai Kim Jong Un, Arsitek Dihukum Mati

Senin, 29 Juni 2015 | 18:02 WIB
Dalam foto yang dirilis kantor berita KCNA pada 25 Juni lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang didampingi istri meninjau bandara baru Pyongyang.
PYONGYANG, KOMPAS.com — Beberapa waktu lalu, Pemerintah Korea Utara meresmikan bandar udara baru Pyongyang. Setelah bandara selesai dibangun, pemimpin negeri itu, Kim Jong Un, kemudian meninjau bandara tersebut.

Ternyata, Kim Jong Un kurang menyukai desain bandara baru tersebut. “Kesalahan” desain bandara itu dikabarkan berujung eksekusi mati untuk sang arsitek bandara.

Saat selesai dibangun, media Pemerintah Korea Utara selama beberapa hari mengulas kehebatan bandara itu mulai dari dinding kacanya yang mulus hingga kafe yang menyediakan espresso.

Bahkan, kantor berita KCNA memublikasikan sedikitnya 30 foto pada pekan lalu, yang menampilkan Kim Jong Un dan istrinya saat meninjau bandara baru Pyongyang tersebut.

Proyek bandara ini adalah upaya terbaru Korea Utara dalam menarik wisatawan untuk datang ke negeri tersebut. Di bandara ini terdapat toko perhiasan, beberapa kafe, apotek, air mancur cokelat, dan fasilitas-fasilitas mewah lainnya.

Pekan ini, bandara baru Pyongyang menurut rencana mulai beroperasi dan akan menerima kedatangan sejumlah penerbangan dari China dan Rusia. Namun, ada yang hilang dalam foto-foto peresmian bandara ini, yaitu Ma Won Chun, yang menjabat sebagi direktur Departemen Desain Komisi Pertahanan Nasional.

Ma Won Chun adalah arsitek kepala yang membidani proyek terbesar Pemerintah Korea Utara ini. Chun dikabarkan ikut dieksekusi bersama empat pejabat tinggi lainnya dalam salah satu operasi “pembersihan”.

Situs berita The Diplomat mengabarkan, Ma dihukum mati pada November 2014 karena melakukan korupsi dan gagal mengikuti perintah. Kematian Ma berbarengan dengan kabar yang menyatakan bahwa renovasi bandara itu sempat dihentikan karena Kim Jong Un tak puas dengan rancangan bandara baru itu.

“Terdapat cacat dalam tahap terakhir pembangunan Terminal 2 bandara karena perancang gagal merumuskan ide partai soal arsitektur indah yang merupakan inti ilmu arsitektur untuk menjaga karakter dan identitas nasional,” ujar Kim menurut situsNK News, yang mengutip laporan media pemerintah.

“Menyelesaikan konstruksi terminal adalah hal yang sangat penting sebagai ikon Korea (Utara), sebagai wajah negeri, dan sebagai gerbang menuju Pyongyang,” tambah Kim.

Sejauh ini, tidak ada pula informasi mengenai bagaimana Korea Utara, yang kini dilanda kelaparan dan pembatasan BBM, mendapatkan uang untuk membangun bandara mewah itu.

dikutip dari Kompas

Taman kita semai peradaban

 


Warga menikmati suasana sore di Taman Ayodya, Jakarta Selatan, Selasa (3/8). Taman Ayodya merupakan taman baru yang kini ramai dikunjungi warga di kawasan Jakarta Selatan.
Seri Pertamanantaken from: Kompas.com,1 Maret 2011

Foto :Kompas/Idea


Di Taman Kita Semai Peradaban

KOMPAS.com -Minggu, 8 Agustus 2010 KOMPAS/PRIYOMBODO Ilham Khoiri dan Budi Suwarna

Masih adakah ruang untuk menyemai peradaban di tengah hiruk-pikuk Jakarta? Datanglah ke beberapa taman kota. Di sana, kita bisa bergabung dengan warga yang melepaskan diri dari keruwetan kota, bersantai, sekaligus bergaul dengan sesama secara lebih manusiawi.

Taman Suropati di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (31/7) malam lalu, berdenyut hidup. Puluhan warga duduk-duduk santai di ruang terbuka di antara pohon-pohon mahoni berusia ratusan tahun. Sinar temaram lampu yang menyorot dari bawah menambahkan suasana romantis.

Sejumlah pasangan suami-istri bercengkerama di dekat kolam sambil mengawasi anak- anaknya berlarian di rerumputan. Banyak pasangan kekasih asyik ngobrol di bangku. Kelompok pengamen tak henti mendendangkan lagu-lagu cinta.

Jika haus, mereka membeli minuman dari pedagang asongan yang hilir mudik dengan sepeda. Maklum, di taman peninggalan Belanda itu ada jalur-jalur jalan yang dirapikan dengan batu alam. Lingkungannya juga bersih dan asri.

Berdiam sejenak di ruang terbuka seluas sekitar 1, 3 hektar itu serasa menemukan ruang rehat yang menyegarkan. Kemacetan lalu lintas, cengkeraman gedung-gedung tinggi, atau kebisingan kota seperti redam begitu saja.

“Di sini saya bisa menghirup udara segar dan anak-anak bisa bermain di rumput luas,” kata Rino Maretta (31) dan istrinya, Puspasari (30), keluarga pengunjung taman.

Suasana itu kontras dengan lingkungan tempat tinggalnya di permukiman padat di Kramat Raya, Jakarta Pusat. Di sana nyaris tak ada tempat terbuka, apalagi taman. “Kalau buka pagar rumah, sudah langsung jalan!” kata Rino. Banyak keluarga lain yang juga langganan menyambangi taman ini, terutama setiap akhir pekan. Tempat ini dianggap nyaman untuk bersantai. Biayanya juga murah karena hanya perlu merogoh uang belasan ribu rupiah untuk ongkos parkir atau jajan ala kadarnya. Bandingkan saja dengan jalan-jalan di mal atau pusat perbelanjaan.

Masih ada sejumlah taman di Jakarta yang tetap lestari dan berfungsi seperti Taman Suropati. Sebut saja Taman Ayodya di dekat Blok M, Jakarta Selatan; Taman Menteng di Jalan HOS Cokroaminoto; Taman Situ Lembang di Menteng; atau Hutan Kota Srengseng di Kembangan, Jakarta Barat.

Pertemuan

Tak sekadar jadi tempat bercengkerama, taman-taman itu juga enak untuk menyalurkan beragam ekspresi. Setiap orang bebas memilih kegemaran masing-masing. Ada yang senang joging, senam, main musik, diskusi, melukis, atau pacaran, atau sekadar kongko-kongko.

Moenarso (78) dan istrinya, warga Bintara, Bekasi, misalnya, suka berjalan-jalan di Taman Menteng. Olahraga kecil ini bagus buat lelaki yang pernah terkena serangan stroke itu. “Di sini tenang, enak buat dede (berjemur),” kata Nyonya Moenarso sambil menyuapi suaminya buah pepaya.

Di beberapa taman, bahkan ada komunitas terorganisasi yang berkegiatan rutin. Ambil contoh Taman Suropati yang menjadi markas bagi komunitas juggling (permainan lempar botol minuman ala bartender) serta Komunitas Taman Seni Indonesia (Kota Seni). Kelompok seni ini rutin menggelar latihan main instrumen musik setiap akhir pekan.

“Saya ikut latihan main biola siang hari. Sorenya, praktik main orkestra di depan banyak orang,” kata Melodi (15), siswa SMA Setiabudi, Jakarta, yang ikut bergabung dalam kelompok ini sejak dua tahun lalu.

Sebagai ruang publik, taman juga mendekatkan hubungan antarmasyarakat. Beragam kelompok masyarakat bisa berinteraksi dalam satu ruang bersama, tanpa beban kelas ekonomi atau sosial. Mereka bisa saling menenggang rasa antarsesama.

Lihat saja kerumunan ratusan pengunjung Taman Ayodya setiap malam Minggu. Kendaraan, pakaian, makanan, dan perilaku mereka bisa bermacam-macam, bahkan rada-rada aneh. Tetapi, ketika duduk bersama di jejeran bangku berundak mirip teater arena di taman itu, semuanya melebur secara demokratis.

“Macam-macam orang di sini, tapi tidak saling ganggu, bahkan bisa saling berkenalan,” kata Doni (20), pemuda dari Cilandak, Jakarta Selatan, yang rajin menyambangi taman itu sejak diresmikan pemerintah Maret 2009.

Peradaban
Meski luasnya masih minim (hanya 9,6 persen dari total luas DKI Jakarta), taman-taman kota di Jakarta masih diandalkan sebagai ruang publik bersama. Di situ, setiap warga ambil jeda sejenak dari berbagai persoalan yang menghantui Jakarta, katakanlah seperti lalu lintas macet, tata kota ruwet, polusi, banjir, atau kriminalitas.

“Kota ini terlalu kasar dengan beton-beton yang sesak, kehidupan yang keras dan hedonis, kepungan transaksi komersial, dan perilaku manusia yang semakin individualis dan instan. Taman bisa meredakan semua kekerasan itu dan menjadi ruang kontemplasi bersama,” kata pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Jakarta, Yayat Supriatna.

Maka, wajar saja jika Daniel Stokols dan Irwin Altman, editor buku Public Space: Environment and Behavior Series (Cambridge University Press, New York, 1992), menyebut taman sebagai paru-paru kota, the lungs of the city. Bahkan, lebih dari membuat kita bisa bernapas secara sehat, taman sejatinya juga memfasilitasi tumbuhnya peradaban. (XAR)

 

HIJAUNYA ARSITEKTUR LIEM BIAN TJIE

Hijaunya Arsitektur Liem Bwan Tjie

Attention: open in a new window. 

 

Pengunjung sedang menyaksikan Pameran Arsitektur
Liem Bwan Tjie, di Gedung Rasa Dharma, Gang Pinggir, Semarang

Seri Arsitektur 2011dikutip dari  Suara Merdeka, 1 Feb 2011

 


HIJAUNYA ARSITEKTUR LIEM BIAN TJIE

TAK banyak yang tahu, bahwa Kota Semarang pernah melahirkan arsitek ternama bernama Liem Bwan Tjie. Dia adalah salah seorang pelopor arsitektur modern di Indonesia. Ratusan karya arsitekturnya banyak tersebar di Indonesia. Karyakaryanya pun disejajarkan dengan karya-karya arsitek Belanda ternama yang dianggap luar biasa di HindiaBelanda pada masa 1850-1950, seperti Maclaine Pont, Hulswit, Fermont dan Cuijpers, GmelichMeiling, Aalbers.

Siapa Liem Bwan Tjie? Pria berkacamata ini terlahir pada tahun 1891 di Semarang sebagai anak kelima. Ayahnya, Liem Tjing Swie, adalah seorang pedagang tekstil di kawasan Gang Warung. Liem Bwan Tjie adalah orang Indonesia pertama yang belajar di Sekolah Tinggi Teknik di Delft, Belanda. Dia juga pernah mengenyam pendidikan di Technische Hoogeschool di Delft pada 1920 dan Ecole des Beaux Arts, sekolah seni dan arsitektur di Eropa paling bergengsi pada waktu itu.

Bersambung klik di sini

Hijaunya Arsitektur Liem Bwan Tjie (Bag 2)

Hijaunya Arsitektur Liem Bwan Tjie (Bag 2)

Attention: open in a new window.

Pengunjung sedang menyaksikan Pameran Arsitektur
Liem Bwan Tjie, di Gedung Rasa Dharma, Gang Pinggir, Semarang

Seri Arsitektur  dikutip dari: Suara Merdeka, 1 Feb 2011

 


HIJAUNYA ARSITEKTUR LIEM BIAN TJIE BAG II

Awal karirnya di Semarang yang dimulai tahun 1929, Liem Bwan Tjie banyak membangun rumah atau vila orang-orang kaya di HindiaBelanda pada masa itu. Yang paling terkenal adalah vila milik keluarga Dr Ir Han Tiauw Tjong di Jl Tumpang yang menyerupai kapal, dan kantor pusat konglomerat Oei Tiong Ham di Jl Kepodang dan Jl Sendowo Kota Lama yang dibangun pada 1930.

Kantor dagang Oei Tiong Ham Concern yang sekarang menjadi kan tor Rajawali Nusindo, diakui banyak kalangan sebagai arsitektur cerdas. Meski dari luar nampak konvensional, memiliki bentuk tidak rumit, namun ketika masuk ke dalam banyakditemukanpemecahandesain yang unik. Bangunan ini menerapkan gaya Art Modern yang merupakan gaya populer pada paruh pertama abad ini.

Iklim Tropis Karya lain yang memperlihatkan hijaunya arsitektur rancangan Liem Bwan Tjie diantaranya rumah tinggal Poeda Pajoeng dan rumah tinggal di kawasan Peloran milik Sih Tiauw Hien, Pabrik Kopi Margorejo, perumahan Pabrik Kopi Margorejo, vila Oei Tjong Hauw (putra Oei Tiong Ham) di Kopeng, rumah Tan Tjong Le di Ungaran, vila Kwik Tjien Gwan di Tawangmangu, rumah R Van Duinen di Kopeng, dan Puri Gedeh (rumah dinas Gubernur Jateng).

Bangunan umum yang dipercayakan padanya diantaranya Gemeente Zwembad atau kolam renang Stadion di Jl Ki Mangunsarkoro, Rumah Makan Grand yang dulu pernah menjadi kampus Fakultas Teknik Undip Jl MT Haryono, gedung bioskop Grand atau Gelora, dan gedung bioskop Lux atau Murni. Dalam tiap rancangannya, Liem Bwan Tjie selalu menempatkan faktor iklim tropis sebagai salah satu pertimbangan penting. Hujan dan sinar matahari langsung tak pernah dibiarkannya membuat penghuni bangunan merasa tidak nyaman. Ruang di dalam pun harus nyaman dan cukup terang, misalnya dengan membuat jendela-jendela lebar yang dapat mengendalikan aliran udara.

Sebelumnya