Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]

Category Archives: Kutipan Kristen

Kutipan tokoh Kristen tentang pengajaran Alkitab

“… these are not isolated and independent doctrines but are so inter-related that they form a simple, harmonious, self-consistent system; and the way in which they fit together as component parts of a well-ordered whole has won the admiration of thinking men of all creeds. Prove any one of them true and all the others will follow as logical and necessary parts of the system. Prove any one of them false and the whole system must be abandoned” (= mereka ini bukanlah doktrin-doktrin yang terisolir dan berdiri sendiri tetapi begitu berhubungan satu sama lain sehingga mereka membentuk sistim yang tunggal, harmonis, dan konsisten; dan cara dengan mana mereka mencocokkan diri sebagai bagian-bagian komponen dari suatu kesatuan telah memenangkan kekaguman dari pemikir-pemikir dari semua aliran. Buktikan yang manapun dari mereka benar dan semua yang lain akan mengikuti sebagai bagian-bagian yang logis dan harus ada dari sistim. Buktikan yang manapun dari mereka salah dan seluruh sistim harus ditinggalkan) –  Loraine Boettner , ‘The Reformed Doctrine of Predestination’, hal 59.

“We ought, indeed to regulate our doctrine in such a manner that none may be offended through our fault … But it will never be possible for us to exercise such caution that the doctrine of Christ shall not be the occasion of offence to many, because the reprobate, who are devoted to destruction, suck venom from the most wholesome food, and gall from honey (= kita memang harus mengatur ajaran kita sedemikian rupa sehingga tidak ada yang tersinggung / sakit hati karena kesalahan kita … Tetapi tidak pernah mungkin bagi kita untuk berhati-hati sedemikian rupa sehingga ajaran Kristus tidak menyinggung / menyakiti banyak orang, karena orang-orang reprobate, yang disediakan / dikhususkan untuk kebinasaan, menghisap racun dari makanan yang paling sehat / bermanfaat, dan empedu dari madu).  – John Calvin

 

“All the Reformers of the sixteenth century, following the lead of Augustin and of the Apostle Paul, – as they understand him, – adopted, under a controlling sense of human depravity and saving grace, and in antagonism to self-righteous legalism, the doctrine of a double predestination which decides the eternal destiny of all men” (= Semua tokoh-tokoh Reformasi dari abad ke 16, mengikuti pimpinan dari Agustinus dan rasul Paulus, – sebagaimana mereka mengerti dia, – meng-ambil / menyetujui / menerima, di bawah suatu pengertian tentang kebejadan manusia dan kasih karunia yang menyelamatkan, dan dalam permusuhan terhadap legalisme yang membenarkan diri sendiri, doktrin tentang predestinasi ganda yang menentukan tujuan kekal dari semua manusia) – Ahli sejarah Philip Schaff ,‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 546-547.

Hornby (1957) menjelaskan bahwa “marriage the union of two persons as husband and wife“. Ini berarti bahwa perkawinan adalah bersatunya dua orang sebagai suami-istri.

 

‘The Doctrine of God’ karya Herman Bavinck, penterjemahnya yaitu William Hendriksen, mengutip kata-kata Bavinck pada saat mau mati sebagai berikut:

“My learning does not help me now; neither does my Dogmatics; faith alone saves me” (= Pengetahuanku tidak menolongku sekarang; Dogma-ku juga tidak; hanya iman yang menyelamatkan aku).